JAKARTA,-Kapolri baru Suyudi Ario Seto, belum seumur jagung, kiprahnya sudah membuat seluruh rakyat Indonesia geleng-geleng kepala dan menunjukan jari jempol nya.
Aparat gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai membongkar laboratorium Produksi (clandestine lab) narkotika terbesar di Republik Indonesia, yang berlokasi di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh Belawan.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dengan aparat gabungannnya berhasil menggagalkan peredaran sabu cair (liquid methamphetamine) dan sabu kristal jaringan internasional dengan total barang bukti mencapai 1,2 ton.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.
Dua warga negara Tiongkok selaku koki utama atau ahli kimia berinisial LJ (45) dan XM (42) juga kita amankan dalam penggerebekan itu," kata Suyudi saat memberikan keterangan pers di Pidie, Jumat (23/10).
Kedua ahli kimia asal China itu diketahui sudah memetakan lokasi sejak pertengahan tahun ini. Mereka awalnya bertolak dari Yunnan, China, dan sempat transit di Malaysia, lalu LJ dan XM tiba di Banda Aceh pada Juni 2026.
Dari pemeriksaan aparat diketahui LJ dan XM berada di Aceh selama 10 hari untuk memetakan wilayah sebelum kembali ke Malaysia.
Pergerakan mereka kembali terendus pada 15 Oktober 2026 saat LJ dan XM terbang dari Kunming, China ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk menemui tersangka yakni seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial B.
Aktivitas produksi laboratorium rahasia ini kemudian terdeteksi pada 18 Oktober saat komunikasi LJ terendus petugas.
LJ saat itu menghubungi atasannya di China berinisial LX dan NX untuk melaporkan bahwa proses pembuatan sabu telah dimulai, di mana atasan LJ menginstruksikan agar produksi dipercepat dan barang segera dikirim.
"Komunikasi LJ terendus saat menghubungi atasannya di China berinisial LX dan NX bahwa pembuatan sabu sudah dimulai. Atasan LJ menginstruksikan agar mempercepat produksi dan pengemasan barang untuk segera dikirim" ungkap Suyudi.
Berdasarkan informasi itu pihaknya langsung melakukan penggerebekan secara serentak di sebuah ruko di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, serta beberapa titik lain di wilayah Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.
Di Pidie, petugas mengamankan lima orang tersangka, yakni LJ, F, MY, AK, dan AY. Dari hasil penggeledahan di ruko tersebut, tim menyita barang bukti berupa 20 drum sabu cair serta 500 kilogram sabu kristal.
"Proses yang mereka lakukan sangat sistematis sangat terstruktur, dan menunjukkan bahwa jaringan ini dikendalikan oleh ahli kimia berpengalaman," katanya.
Suyudi menegaskan rangkaian operasi besar di Belawan hingga penggerebekan lab narkoba di Pidie, Aceh, merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas sindikat narkoba transnasional.
"Sejumlah barang bukti yang hari ini kita sita bukanlah sekadar angka pencapaian semata, melainkan jutaan nyawa generasi muda bangsa yang berhasil kita selamatkan. Untuk itu mari kita rapatkan barisan, bersama kita wujudkan Indonesia aman, tangguh, dan bersih dari narkoba," pungkas Suyudi. (Red).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar